Langsung ke konten utama

Suka Duka Jadi Anak Magang (Part 1)

source : pinterest.com
Di kampusku, magang menjadi SKS wajib yang kudu diambil sebagai prasyarat buat lulus. Nah di semester enam kemarin, aku berkesempatan untuk magang di salah satu majalah remaja bergengsi di ibukota. Emm, nggak usah disebut lah ya majalah apa, yang jelas itu merupakan majalah remaja tertua di Indonesia. Sudah lebih dari 35 tahun nemenin anak remaja Indonesia, terutama laki-laki untuk mengenal music, film dan juga tren yang lagi hype di kalangan anak muda.

Dimulai dari tetek bengek ngurusin proposal di kampus, sampe perasaan dag-dig-dug ser, akhirnya sebulan kemudian ada  telpon masuk dengan kode 021. Sempet ditanyain ini-itu sama mbak-mbak ditelpon, finally aku masuk dalam daftar peserta magang yang dipertimbangkan buat magang di majalah dalam naungan salah satu penerbit besar di Indonesia tersebut. Tapi hal itu nggak berjalan mulus, aku masih harus nunggu konfirmasi dari pimpinan redaksi untuk nerima aku buat magang di tempat itu.

Seminggu, dua minggu belum ada kabar, akhirnya aku berinisiatif buat nelpon pihak HRD duluan. Pas udah nyambung, mbak dari HRD tersebut masih memberikan jawaban yang sama. Dalam hati was-was nih, aku jadi diterima magang disana nggak sih.

Tapi aku masih selow, santai dulu lah yaa. Terus udah hampir sebulan, aku mencoba peruntungan buat nelpon lagi ke HRD. Ternyata, mbak-mbak yang nanganin aku buat magang masih nggak ada di kantor, dan itu udah minggu-minggu terakhir puasa. Pasrah lah sudah kalau nggak diterima magang di majalah itu. Mungkin belum jodoh (?) pikirku gitu hahaha.

Setelah mencoba telepon, akhirnya sore aku berangkat untuk buber SMA di Ayam Bakar Primarasa. Itu udah mepet banget berangkatnya mau magrib, kebayang dong gimana macetnya Surabaya pas mau buka puasa, apalagi itu ngelewati jalan Wonokromo-A. Yani yang notabene macet-macetnya pas jam segitu.

Eh, tiba-tiba aku ditelpon oleh nomer handphone yang aku nggak tau itu siapa soalnya nggak ada nama di layar cuman keliatan nomer doang. Di jalan yang rame, akhirnya kuangkat. Untung aja waktu itu aku dibonceng temen, April namanya, jadi bisa angkat telepon dengan leluasa.

Daaan, you know who’s calling me? Yap mbak HRD yang nelpon dari hapenya langsung. Disitu dia bilang bahwa aku udah bisa magang terhitung tanggal 5 Agustus dan dia bilang kalau udah ngirim ke emailku tentang syarat-syarat apa aja yang dibutuhin buat magang.

Gak bisa dibayangin lagi. SENENG BANGEET !!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Troye Sivan, Australian Boy Who Melts My Ears. LOL

pinterest.com Setelah beberapa tahun yang lalu ngefans banget sama penyanyi Australia, Cody Simpson. Setahun belakangan ini, telingaku lagi demen banget dengerin suaranya si Troye Sivan. Gak jauh-jauh, lagi-lagi hati dan telinga ini tertambat pada penyanyi keturunan Australia, hmm mungkin jodohku orang aussie ^^. Awal kenal Troye ini, waktu temenku yang dengan tidak sengaja memutar Youth di spotify nya. I love that song, for the first time I hear it. Oh my God . Dengan suara tenor dan musik yang super eargasm banget kalo didengerin, jadilah ku mencari-cari tahu siapa sih Troye sivan ini. Cowok kelahiran Juni 1995 ini, which is setahun lebih muda daripada aku, adalah penyanyi, aktor dan juga Youtuber loh, akun youtube pribadinya juga tergolong aktif dan sudah memiliki sekitar 6,5 juta subscriber. Awalnya sempet kecewa, soalnya Troye ini ternyata gay huhu hancur hati kakak L . But, I listen to his music and it was really really great dan tidak mengurangi ra...

Tentang Sebuah Pilihan

Pasti kalian semua pada pernah ngalamin hal yang aku alami hari ini. Sepele banget sih emang, cuma tentang memilih mau makan apa di foodcourt suatu mal yang besar banget. Jujur, kadang hal seperti itu buat kepikiran. Asli. Biasanya, kita harus dihadapkan dengan banyak banget pilihan. Pasti itu bakalan bikin bingung. Ditambah lagi dengan aroma-aroma menggoda yang bikin perut yang emang daritadi udah berdendang ria, bakalan nyanyi riuh rendah dua kali lipat. Nggak jarang juga, kita harus diputer-puter dengan beragam keputusan. Mulai dari masalah harga, rasa, dan bahkan cuma masalah antri. Siapa juga yang mau ngantri panjang banget disaat perut laper, eh pas udah antri lama ternyata menu yang kita pengen udah keburu sold out. Dijamin bakal langsung bete parah lah kalo udah kayak gitu. Ada juga nih kebiasaan orang yang susah banget buat nentuin pilihan. Terkadang, kamu akan melintasi stand itu berulang-ulang dan muter-muter berkali-kali, daaaan pada akhirnya jatuh pada piliha...

Pesan dari Taman

Loc: Selecta, Batu. Taken by dewianzanny Aku sekarang memang tampak sebagai sosok yang membahagiakan. Motto hidupku simple aja sih, ingin membuat orang di sekelilingku merasa senang. Oleh karena itu, aku selalu berusaha untuk dapat menghibur siapapun yang datang ke tempatku. Akhir-akhir ini, keinginanku untuk ngebahagiain orang sudah mulai tercapai. Terlihat dari banyaknya dari mereka yang datang mengunjungiku setiap hari, entah itu pagi, sore ataupun malam. Mulai dari bayi mungil yang masih harus didorong dengan kereta, hingga orang tua yang berjalan menggunakan bantuan tongkat. Terlihat raut wajah senang ketika mereka datang mengunjungiku, bisa dibayangkan betapa senangnya aku melihat hal tersebut. Dengan mendengar derap langkah kaki, suara tawa dan lalu-lalangnya manusia, hal itu membuatku merasa lebih hidup dan tidak terabaikan. Karena, sejujurnya aku benci dengan kesepian, aku mulai muak dengan kesendirian. Oleh sebab itu, luangkan waktumu untuk menjengukku seseka...